Tanya Dokter Saraf: Ciri dan Makanan untuk Menjaga Kesehatan Saraf


Sistem saraf memiliki tugas dalam melakukan koordinasi pada tindakan tubuh dengan mengirimkan sinyal ke bagian tubuh lainnya. Organ yang bertanggungjawab dalam hal tersebut adalah sistem otak, organ sensorik, sumsum tulang belakang dan seluruh saraf pada tubuh manusia. Saraf manusia terdiri atas sistem pusat dan saraf tepi. Sistem saraf pusat memiliki otak sebagai pengendali utama dari segala tubuh yang memberikan kesadaran, memori, sensasi, pikiran maupun ingatan, terdapat sumsum tulang belakang yang berada pada ruang tulang belakang untuk membawa informasi ke berbagai tubuh menuju otak dan neuron merupakan blok sel untuk membangun sistem saraf pusat, jika mengalami pada bagian tersebut maka segera tanya dokter saraf di Halodoc.


Saraf tepi memiliki fungsi untuk memberi respon terhadap dari saraf pusat menuju organ tubuh dan bagian lainnya. Saraf ini cukup luas dan menjadi jalur penerimaan pada area tubuh bagian luar dan memberikan rangsangan pada otak. Sistem saraf somatik memiliki fungsi untuk mengambil informasi secara sensorik dari organ perifer menuju saraf pusar, terdiri atas saraf motor dari otak lalu menggerakkan tubuh yang didukung oleh otot rangka. Sistem saraf otonom terdiri atas simpatik dan parasimpatik. Simpatik memiliki respon terhadap perlawanan tubuh ketika merasa diri terancam dan parasimpatik memiliki fungsi untuk meredakan detak jantung ketika ancaman berlambat, memperlambat pernapasan dan mengurangi aliran darah menuju otot.

Berikut adalah ciri gangguan kerusakan saraf:

  • Merasakan kebas maupun mati rasa pada bagian kaki dan tangga, terutama pada jari-jari yang dirasakan ketika sedang tidur serta sementara terjadi dan jika berulang maka segera ke dokter.
  • Sulit untuk melakukan gerakan terutama jika mengalami kerusakan pada saraf motorik yang akan membuat penderitanya mengalami gangguan kelumpuhan dan gejala ini membutuhkan tindakan cepat.
  • Kaki menjadi terasa nyeri secara terus menerus dan membuat punggung bagian bawah lalu menjalar ke bagian kaki dan merasakan linu yang merupakan tanda gangguan pada saraf siatik yang tertekan karena jatuh.
  • Hilangnya keseimbangan pada tubuh pada tubuh seperti tiba-tiba jatuh, dan membuat tubuh kurang koordinasi sebagai tanda adanya kerusakan pada parkinson otak.
  • Sering buang air kecil menjadi tanda adanya gangguan saraf pada saluran kandung kemih sehingga buang air kecil berlebihan.

Selain itu, ciri gangguan saraf adalah sakit kepala yang terjadi berulang dan tidak sebentar sebagai kondisi occipital neuralgia. Tubuh akan mengeluarkan banyak atau sedikit keringat merupakan tanya sinyal informasi pada saraf dari otak menuju kelenjar keringat mengalami gangguan. Memberi respon secara terlambat menjadi tanda saraf sensorik tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan membuat tubuh tidak mampu memberi respon.

Berikut adalah makanan yang baik untuk kesehatan saraf:

  • Bayam yang memiliki antioksidan untuk menjaga sistem saraf dan memperlambat penuaan otak.
  • Sayuran daun hijau merupakan senjata untuk melawan demensia, parkinson dan alzheimer.
  • Gandum utuh dengan vitamin V untuk mencegah terjadinya penurunan kognitif pada otak.
  • Cocoa merupakan makanan yang dapat mencegah terjadinya kerusakan pada otak akibat stres.

Tanya dokter saraf menjelaskan bahwa kacang kenari dan almond memiliki fungsi untuk dapat melancarkan peredaran darah. Bawang putih baik untuk mencegah penuaan otak dan sistem kardiovaskular. Minyak zaitun merupakan minyak untuk menurunkan tekanan darah maupun kolesterol untuk menjaga sistem saraf. Begitu pula dengan red wine untuk meningkatkan kinerja otak dan sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.

Comments